Mengintip Kekayaan Pontjo Sutowo Yang Rebutan Hotel Sultan

Mengintip kekayaan bos PT Indobuildco Pontjo Sutowo menjadi sorotan karena berebut kepemilikan Hotel Sultan. Di Kompleks Gelora Bung Karno (GBK), Jakarta Pusat dengan negara. Indobuildco sebenarnya mengelola lahan tempat dibangunnya Hotel Sultan. Namun hak guna bangunan (HGB) mereka telah habis masa berlakunya dan tanah tersebut harus dikembalikan kepada negara.

Meski Pontjo rajin menggugat dan meminta perpanjangan hak pengelolaan. Menko Polhukam Mahfud MD menegaskan, tanah tersebut sudah sah menjadi milik negara berdasarkan putusan Mahkamah Agung (MA). Mahfud meminta Indobuildco segera mengosongkan kawasan tersebut.

Pria bernama asli Pontjo Nugro Susilo ini lahir pada 17 Agustus 1950. Ia merupakan anak dari tokoh terkenal di era Orde Baru yakni Ibnu Sutowo. Ayah malang itu bertugas di dunia militer saat Presiden Soeharto masih menjabat. Ibnu Sutowo juga terkenal mengembangkan Pertamina, di mana ia menjadi direktur utama pertama perusahaan minyak negara tersebut.

Mengintip Kekayaan Pontjo Sutowo Yang Rebutan Hotel Sultan Dengan Negara

Ayah malang itu bertugas di dunia militer saat Presiden Soeharto masih menjabat. Ibnu Sutowo juga terkenal mengembangkan Pertamina, di mana ia menjadi direktur utama pertama perusahaan minyak negara tersebut. Berdasarkan buku “Pontjo Sutowo: A Called Entrepreneur” di website Universitas Stekom. Pontjo kuliah di Institut Teknologi Bandung dan mengambil jurusan Teknik.

Melalui perusahaan ini, Pontjo awalnya membuat tongkang kecil dan sukses memproduksi berbagai jenis kapal. Ada kapal pantai hingga kapal besar yang berhasil dibangun PT Adiguna Shipyard. Bahkan, pada tahun 1972 perusahaan tersebut mampu memproduksi 500 kapal tanker dengan bobot mati hingga 3.500 DWT.

PT Adiguna Shipyard juga diklaim menjadi perusahaan pertama yang membuat kapal fiber di tanah air Pontjo. Meraup keuntungan dari bisnis tersebut, di mana ia masuk dalam daftar 150 orang terkaya di Indonesia. Tahun 2018 versi Globe Asia. diperkirakan mencapai US$265 juta atau setara Rp. 4 triliun jika dikonversikan dengan kurs saat ini.

Baca Selengkapnya………..Mengintip kekayaan Bang Si Hyuk Si Petinggi HYBE Labels

radjaspin